Jakarta Flood Early Warning System (J-FEWS)
Jakarta Flood Early Warning System (J-FEWS) atau Sistem Peringatan Dini Banjir Jakarta merupakan suatu teknologi untuk memprediksi kejadian banjir yang mungkin terjadi beserta daerah genangannya di wilayah DKI Jakarta.
Pengembangan J-FEWS dilakukan melalui kajian, diskusi, lokakarya dan sebagainya sejak 2011, melalui Join Cooperation Program Indonesia – Belanda (JCP, 2011 – 2015) yang dilaksanakan oleh Kementerian PU dalam hal ini PusAir, BMKG, KNMI dan Deltares. Pelaksanaan JCP juga bekerjasama dengan Dinas PU Provinsi DKI Jakarta, Balai BWS Ciliwung Cisadane, Ditjen SDA KemPU, ITB, Badan Informasi Geospasial , BPPT dan instansi lain yang relevan untuk mengembangkan ‘online National Water, Weather and Climate Information System for Indonesia’. J-FEWS versi pertama telah diluncurkan di Pusat Air pada Mei 2012. Kemudian melalui lokakarya diluncurkan oleh Kementerian PU pada 22 November 2012. Saat ini J-FEWS telah di instal di Ruang Oval Dinas PU DKI Jakarta, Balai Besar Ciliwung Cisadane, Ditjen SDA Kementerian PU dan BMKG.
JFEWS menggabungkan data observasi curah hujan muka air serta dan prediksi cuaca untuk menghasilkan prediksi muka air dengan metode rainfall-runoff. Data didukung oleh berbagai institusi baik pada level Pemerintah Daerah maupun Kementerian/Lembaga ditingkat pusat.
J-FEWS juga menggunakan pengamatan real-time sebagai koreksi model dan early warning terhadap banjir yang akan datang khususnya dari bagian hulu DAS Ciliwung. Pengamatan muka air di Pos AWLR Katulampa mencapai Level Siaga 1, maka dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk sampai ke Pos AWLR Depok, dan membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk sampai di Pos AWLR Manggarai.